Universitas Pendidikan Indonesia menerima audiensi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka membahas pengembangan program Sekolah Rakyat. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga guna memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan di Indonesia.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UPI, termasuk Wakil Rektor IV, Wakil Dekan, para Direktur, Ketua Program Studi , serta perwakilan dari Kementerian Sosial RI. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat diimplementasikan secara konkret, khususnya dalam pengembangan model pendidikan inklusif berbasis kebutuhan masyarakat.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif yang bertujuan menyediakan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi, sosial, maupun geografis. Melalui kolaborasi ini, UPI diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan kurikulum, pelatihan tenaga pendidik, serta penguatan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Wakil Rektor IV UPI menyampaikan komitmen institusi dalam mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang pendidikan, UPI memiliki kapasitas akademik dan sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan program Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya akan memperluas jangkauan layanan pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas intervensi sosial yang berbasis ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan keempat yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education) dan tujuan kesepuluh yaitu pengurangan kesenjangan (Reduced Inequalities). Dengan demikian, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Audiensi ini ditutup dengan kesepahaman untuk menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan rencana kerja bersama yang lebih rinci. Kedua pihak optimis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses pendidikan bagi mereka yang selama ini masih terpinggirkan. (Text: Aditya Jakapratama)
