Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan akademik dari 25 mahasiswa Nippon Sport Science University (NSSU), Jepang, yang didampingi oleh tiga dosen NSSU. Rombongan delegasi tersebut secara resmi diterima di Ruang Rapat DSTIPD, Gedung PPPG UPI, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional UPI, khususnya dalam bidang pendidikan olahraga dan pengembangan praktik pembelajaran lintas negara. Hadir mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E. Ak., MBA., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya bersifat kunjungan seremonial, tetapi juga menekankan aspek pembelajaran aplikatif dan pengalaman langsung.

Foto oleh KKIPP UPI

Dalam sambutannya, Prof. Vanessa Gaffar menjelaskan bahwa delegasi NSSU melaksanakan praktik mengajar secara langsung di Lab School UPI. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik yang memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa NSSU maupun sivitas akademika UPI, khususnya dalam pertukaran metode pengajaran dan pendekatan pedagogis di bidang pendidikan jasmani dan olahraga.

Selain praktik mengajar, rangkaian kegiatan juga dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) serta Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI. Pada sesi ini, para peserta terlibat dalam diskusi akademik, berbagi pengalaman pembelajaran, serta bertukar pandangan mengenai pengembangan kurikulum dan praktik pendidikan olahraga di masing-masing negara.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, kunjungan ini juga menghadirkan pertukaran budaya melalui demonstrasi permainan tradisional dari Indonesia dan Jepang. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang memperkaya pemahaman lintas budaya serta mempererat hubungan antarmahasiswa.

Foto oleh KKIPP UPI

Melalui rangkaian kegiatan ini, UPI dan NSSU menegaskan bahwa pembelajaran budaya tidak cukup hanya dipahami melalui literatur atau media digital, melainkan perlu dialami secara langsung agar menghasilkan pemahaman yang utuh, kontekstual, dan bermakna. Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi dalam bidang pendidikan, olahraga, dan pertukaran budaya di masa mendatang. (Text: Aditya Jakapratama)